Sunday 05th of September 2010
“Katakan hai Muhammad: ‘Aku tidak meminta upah kepada kalian dalam dakwah ini kecuali kecintaan kepada keluargaku’.” (Surat Asy-Syura: 23) |
|
|
|
Gerilyawan Somalia Serukan Serang Kedubes Asing |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Sabtu, 31 Juli 2010 02:15 |

ALQOIMKALTIM.COM, DUBAI -- Gerilyawan Somalia Al-Shabaab menyerukan serangan terhadap kedutaan besar negara yang mengirim tentara untuk membentuk pasukan Uni Afrika (AU) di Somalia. Negara yang disebutkan adalah Uganda dan Burundi.
Dalam rekaman video yang ditayangkan di saluran berita kelompok itu, juru bicara Al-Shabaab Sheikh Mukhtar Robow menyerukan "serangan terhadap kedutaan-kedutaan Uganda dan Burundi di seluruh dunia," kata kelompok pemantau AS IntelCentre, Jumat (30/7). Al-Shabaab mengancam mengubah Mogadishu menjadi kuburan bagi pasukan AU, setelah para pemimpin Afrika menjanjikan penambahan 4.000 prajurit lagi untuk pasukan penjaga perdamaian Afrika di Somalia yang dikenal sebagai AMISOM. Sheikh Ali Mohamud Rage, seorang juru bicara lain Al-Shabaab, memperingatkan bahwa peningkatan pasukan AU yang saat ini mencakup sekitar 6.000 prajurit Uganda dan Burundi hanya akan memperkuat jihad kelompok gerilya tersebut. Video berbahasa Inggris yang disiarkan saluran berita kelompok itu juga mengklaim tanggung jawab atas serangan terhadap penggemar sepak-bola Piala Dunia di Kampala yang menewaskan 76 orang pada 11 Juli, kata IntelCentre. Pemboman itu merupakan serangan terburuk di Afrika timur sejak pemboman 1998 terhadap kedutaan besar AS di Nairobi dan Dar es Salaam yang diklaim oleh Al-Qaeda. Menurut kelompok pemantau AS itu, Al-Shabaab mengumumkan "dimulainya 'saluran berita' mereka sendiri pada 27 Juli". Para pemimpin Afrika telah setuju menambah pasukan Uni Afrika (AU) di Somalia sebanyak 4.000 orang lagi untuk memerangi gerilyawan yang mengobarkan perang mematikan untuk mendongkel pemerintah sementara negara itu. Keputusan itu diambil AU untuk menanggapi serangan bom di Kampala yang diklaim oleh Al-Shabaab menjelang pertemuan puncak AU di ibukota Uganda tersebut. Serangan-serangan bom pada 11 Juli itu dilakukan di sebuah restoran dan sebuah tempat minum yang ramai ketika orang sedang menyaksikan siaran final Piala Dunia di Afrika Selatan. Pasukan keamanan Uganda telah menangkap lebih dari 20 orang, termasuk sejumlah warga Pakistan, terkait dengan dua serangan yang menewaskan 76 orang itu. Pemimpin Al-Shabaab telah memperingatkan dalam pesan terekam pada bulan ini bahwa Uganda akan menghadapi pembalasan karena peranannya dalam membantu pemerintah sementara Somalia yang didukung Barat. Uganda adalah negara pertama yang menempatkan pasukan di Somalia pada awal 2007 untuk misi Uni Afrika yang bertujuan melindungi pemerintah sementara dari Al-Shabaab dan sekutu mereka yang berhaluan keras di negara Tanduk Afrika tersebut. Pasukan Uni Afrika mendukung pemerintah Somalia dalam perang melawan gerilyawan garis keras itu. Washington menyebut Al-Shabaab sebagai sebuah organisasi teroris yang memiliki hubungan dekat dengan jaringan al-Qaeda pimpinan Osama bin Laden. Milisi garis Al-Shabaab dan sekutunya, Hezb al-Islam, berusaha menggulingkan pemerintah Presiden Sharif Ahmed ketika mereka meluncurkan ofensif mematikan pada Mei tahun lalu. Mereka menghadapi perlawanan sengit dari kelompok milisi pro-pemerintah yang menentang pemberlakuan hukum Islam yang ketat di wilayah Somalia tengah dan selatan yang mereka kuasai. Al-Shabaab dan kelompok gerilya garis keras lain ingin memberlakukan hukum sharia yang ketat di Somalia dan juga telah melakukan eksekusi-eksekusi, pelemparan batu dan amputasi di wilayah selatan dan tengah. Somalia dilanda pergolakan kekuasaan dan anarkisme sejak panglima-panglima perang menggulingkan diktator militer Mohamed Siad Barre pada 1991. Penculikan, kekerasan mematikan dan perompakan melanda negara tersebut. Sejak awal 2007, gerilyawan menggunakan taktik bergaya Irak, termasuk serangan-serangan bom dan pembunuhan pejabat, pekerja bantuan, intelektual dan prajurit Ethiopia. Ribuan orang tewas dan sekitar satu juta orang hidup di tempat-tempat pengungsian di dalam negeri akibat konflik tersebut. Pemerintah sementara telah menandatangani perjanjian perdamaian dengan sejumlah tokoh oposisi, namun kesepakatan itu ditolak oleh Al-Shabaab dan kelompok-kelompok lain oposisi yang berhaluan keras. Gerilyawan muslim garis keras, yang meluncurkan ofensif sejak 7 Mei 2009 untuk menggulingkan pemerintah sementara dukungan PBB yang dipimpin oleh tokoh moderat Sharif Ahmed, meningkatkan serangan-serangan mereka. Tiga pejabat penting tewas dalam beberapa hari sejak itu, yang mencakup seorang anggota parlemen, seorang komandan kepolisian Mogadishu dan seorang menteri yang terbunuh dalam serangan bom bunuh diri. Selain pemberontakan berdarah, pemerintah Somalia juga menghadapi rangkaian perompakan di lepas pantai negara Tanduk Afrika itu.
Red : Enoz Trapfosi
Sumber : Media Indonesia |
|
LAST_UPDATED2 |
Add comment
Yahoo. Messenger

Untuk Anda
Menu Doa
Page Peel Banner
Visitors Counter Revised by M.Majunke
Work At Home | Free Traffic

sitemap: http://cdn.attracta.com/sitemap/38420.xml.gz
User-agent: *
Disallow: /administrator/
Disallow: /cache/
Disallow: /components/
Disallow: /images/
Disallow: /includes/
Disallow: /installation/
Disallow: /language/
Disallow: /libraries/
Disallow: /media/
Disallow: /modules/
Disallow: /plugins/
Disallow: /templates/
Disallow: /tmp/
Disallow: /xmlrpc/
Spiritual Bisnis Internet SEO
Alqoimkaltim.com is the 204641:th largest site within .COM and the 365251:th largest site in the world
Link Exchange with LinkExchangeOnline.com
Free Web Directory - Add Your LinkThe Little Web Directory
Dijalankan dengan yaim
Copyright © 2010 Al-Qo'im Kaltim