| Ahmadinejad: Iran vs AS, Puncak Konfrontasi Tauhid dan Setan |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator |
| Minggu, 07 Maret 2010 01:23 |
|
Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad, menyebut tugas para tentara tanpa nama atau pejuang Imam Mahdi af sebagai tugas ilahi dan suci. Pernyataan itu disampaikan Ahmadinejad di hadapan para pegawai Departemen Intelejen, Sabtu (6/3) "Departemen Intelejen harus paling solid, koordinatif, tangguh dan fleksibel dibanding instansi-instansi lainnya, " tegas Ahmadinejad dalam pidatonya. Dalam kesempatan itu, Ahmadinejad juga mengucapkan selamat atas hari Kelahiran Nabi Besar Muhammad Saww yang juga bersamaan dengan Hari Kelahiran Imam Jaafar Shadiq as. Seraya menyebut para personel Departemen Intelejen sebagai personel yang paling revolusioner di negara ini, Ahmadinejad mengatakan, "Kini, Departemen Intelejen Republik Islam Iran merupakan instansi terbersih." Lebih lanjut Ahmadinejad menyebut pemerintahan global yang berlandaskan sistem ketauhidan dan keadilan sebagai tujuan utama penciptaan manusia. Dikatakannya, "Sepanjang sejarah, syetan selalu berhadapan dengan kerja keras para nabi dan kaum saleh. Masa kita saat ini adalah puncak peperangan antara manusia dan syetan. Kini, syetan-syetan berwujud negara-negara arogan." "Naluri manusia itu adalah suara Tuhan dan langit. Saat pemikiran manusia dan aspek-aspek eksistensinya dibatasi de ngan materi, manusia saat itu akan hancur, " jelas Ahmadinejad. Ahmadinejad juga menilai arogansi, penindasan dan pembantaian hakekat manusia sebagai hasil pemikiran kapitalisme. Dikatakannya, "Demokrasi Liberal muncul dari perang kekuasaan dan harta. Front antara AS dan Republik Islam Iran dapat disebut sebagai puncak konfrontasi antara prinsip ketauhidan dan syetan." Ahmadinejad yang juga Ketua Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran mengatakan, "Seluruh keburukan sejarah terjelma pada negara-negara arogan." Presiden Republik Islam Iran menambahkan, "Kejahatan dan kriminalitas yang dilakukan negara-negara arogan, tidak tertandingi dalam sepanjang sejarah. Saat ini, pembantaian dan aksi teror terbanyak yang berlindung di balik bendera hak-hak asasi manusia, ada di tangan negara-negara arogan itu." "Dengan munculnya Revolusi Islam Iran, pemikiran materialis dan marksis tersungkur. Alhamdulillah, pemikiran kapitalisme yang digagas oleh Rezim Zionis Israel, juga telah berakhir." Menurut Ahmadinejad, invasi AS dan pengerahan pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di kawasan, hanya bertujuan menyelamatkan sistem demokrasi liberal dan pemikiran kapitalis. Lebih lanjut Ahmadinejad menyebut Peristiwa 11 September sebagai kebohongan besar untuk menyerang Afghanistan dengan alasan memerangi terorisme. Ahmadinejad juga menyinggung penangkapan gembong teroris Abdul Malik Rigi oleh pasukan tanpa nama atau pejuang Imam Mahdi as, dan mengatakan, " Penangkapan gembong teroris ini adalah bukti kehinaan badan intelejen AS, Inggris dan Rezim Zionis Israel. Ahmadinejad: Iran dan Ekuador Harus Kompak Hadapi Imperialisme Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad menyatakan bahwa gerakan revolusioner telah terbangun di Ekuador dan negara-negara Amerika Latin. Pernyataan itu disampaikan Ahmadinejad dalam pertemuannya dengan Wakil Presiden Ekuador, Lenin Moreno, Sabtu (6/3). Ahmadinejad seraya menyinggung persamaan pandangan Iran dan Ekuador dalam menyikapi fenomena politik dunia, mengatakan, "Iran dan Ekuador berpandangan humanis dan revolusioner dalam menyikapi masalah-masalah dunia. Kedua negara memandang sistem yang berkuasa di dunia saat ini sebagai sistem tidak adil. Untuk itu, Iran dan Ekuador berupaya merealisasikan dunia yang penuh dengan keadilan, perdamaian dan persahabatan." "Meski jarak geografis antara Iran dan Ekuador sangat jauh, tapi pemikiran dan hati kedua bangsa ini sangat erat. Kini, kedua negara tengah memulai perluasan kerjasama. Tak diragukan lagi, tekad kuat telah menyingkirkan segala kendala yang ada, dan hubungan kedua negara tentunya akan berkembang pesat. " tegas Ahmadinejad di depan Wakil Presiden Ekuador. Lebih lanjut Ahmadinejad menuturkan, "Kini, bangsa-bangsa revolusioner tengah melangkah dengan optimisme yang tentunya akan membuat kekuatan imperialisme terkucilkan." Dalam kesempatan itu, Ahmadinejad juga mengapresiasi dukungan penuh pemerintah Ekuador atas program nuklir Iran. Wakil Presiden Ekuador, Lenin Moreno menyebut Iran sebagai negara revolusioner dan terdepan dalam menghadapi bahaya imperialisme dunia. Moreno juga mengajak Iran untuk melakukan kerjasama lebih luas dengan Ekuador dalam berbagai bidang sumber : IRIB Indonesia
|
Untuk Anda
Menu Doa
Page Peel Banner
Visitors Counter Revised by M.Majunke
![]() | Today | 195 |
![]() | Yesterday | 428 |
![]() | This Week | 623 |
![]() | This Month | 3493 |
![]() | All Days | 106898 |
MusPages Search
MySocialBookmark
Vip Feed Burner
Related Articles Plus
Hijri-Gregorian Date Converter
| Hijri to Gregorian |
| Gregorian to Hijri |

Buat Lencana Anda Yayasan Al-Qo'im | Buat Lencana Anda
sitemap: http://cdn.attracta.com/sitemap/38420.xml.gz
User-agent: *
Disallow: /administrator/
Disallow: /cache/
Disallow: /components/
Disallow: /images/
Disallow: /includes/
Disallow: /installation/
Disallow: /language/
Disallow: /libraries/
Disallow: /media/
Disallow: /modules/
Disallow: /plugins/
Disallow: /templates/
Disallow: /tmp/
Disallow: /xmlrpc/
Spiritual Bisnis Internet SEO
Alqoimkaltim.com is the 204641:th largest site within .COM and the 365251:th largest site in the world
Link Exchange with LinkExchangeOnline.comFree Web Directory - Add Your Link
The Little Web Directory
Dijalankan dengan yaim
Copyright © 2010 Al-Qo'im Kaltim






Google
Facebook
Twitter
del.icio.us
Blogger
Rain Concert
Login with Facebook (Site)





Comments
RSS feed for comments to this post.